Cahaya Matahari

Selapa Knowledge Center

Hari ini habis observasi ke Selapa Knowledge Center yang biasa di singkat SKC. Tempatnya yang strategis membuat saya dan teman saya tidak perlu mencari-cari tempat tersebut. SKC ini terletak di Jl. Ciputat Raya No. 40 Jakarta Selatan klo dari Ps. Rebo/Kp. Rambutan naik 509 trus turun aja langsung di depan SKC atau rumah sakit selapa ongkosnya cuma 3000 aja kok. di tempat tersebut terdapat perpustakaan yang jumlah bukunya mencapai 10 ribu buku. banyak juga kan bukunya.? bukunya terdiri atas buku-buku sosial, hukum, manajemen, dll. Selain buku ada juga majalah, koran dan skripsi dari para siswa selapa loh.

Selain sebagai sumber belajar untuk anggota selapa SKC ini juga dibuka untuk umum. Siapa aja boleh dateng kok kesini yang butuh banget nyari referensi mungkin aja ada di tempat ini. pengelola dari selapa ini juga baik loh saya sempat mengobrol dengan salah satu pengelolanya (lupa namanya). Ayo manfaatkan sumber belajar di sekitar kita. bisa datang ke sini kan buat tambah ilmu.

 

2013-03-26 10.57.17

Tinggalkan komentar »

Memperkenalkan Shasya Craft

Sudah lama ya gak nulis di blog tercinta..

Saat ini aku dan kakak ku sedang mengembangkan bisnis baru yang sekaligus dapat menyalurkan hobi dan passion yang aku miliki.. Bisnis yang kita geluti itu bisnis handicraft yang sangat mengasikkan dan menghasilkan loh.. Kami memberi nama toko kami “Shasya Craft”, arti Shasya sendiri dari nama kami ‘Sha’ singkatan dari Shalihatun nama kakak ku dan ‘Sya’ singkatan dari Syamsiah kepanjangan dari nama ku..

Terselip banyak doa pada bisnis yang kami buat, semoga bisnis ini dapat bermanfaat bagi kami dan orang-orang disekitar kami.. Aamiin..

Selamat datang “Shasya Craft”

388336_465438443515034_1817456768_n

Tinggalkan komentar »

PETA SKRIPSI MAHASISWA S1 JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN KONSENTRASI PEMBELAJARAN

            Seorang mahasiswa yang ingin menyelesaikan masa study harus terlebih dahulu membuat skripsi, skripsi ini adalah syarat seorang S1 dalam menyelesaikan study. Teknologi pendidikan UNJ S1 memiliki tiga konsentrasi yaitu pembelajaran, teknologi kinerja dan media.    Skripsi yang ditulis oleh mahasiswa teknologi pendidikan disesuaikan dengan konsentrasi yang diminati oleh mahasiswa.

            Skripsi setiap konsentrasi memiliki masalah yang berbeda-beda. Dari masalah yang diangkat pada setiap skripsi dapat mempengaruhi metode, teknik pengumpulan data, tujuan dan lainnya yang nantinya akan menjadi pedoman dalam penelitian.

            Seseorang yang akan membuat skripsi harus menemukan sebuah masalah yang akan diteliti. Dalam menemukan masalah tidaklah mudah, banyak cara yang dilakukan untuk mencari masalah salah satunya adalah penelitian kepustakaan, yaitu penelitian yang dilakukan dengan melihat pada skripsi-skripsi sebelumnya. Selain dapat menemukan masalah dengan melihat skripsi ini juga dapat menjadi referensi dalam menentukan metode yang tepat dilihjat dari jenis penelitiannya.

Dalam mempersiapkan skripsi, mahasiswa memerlukan banyak referensi untuk dijadikan bahan belajar. Salah satunya adalah dengan cara melakukan penelitian kajian pustaka. Yang kami lakukan dengan cara mengkaji skripsi-skripsi mahasiswa S1 TP konsentrasi pembelajaran yang ada di perpustakaan.

Hasil

Dari penelitian kajian pustaka yang kelompok kami lakukan terhadap penelitian mahasiswa S1 jurusan Teknologi Pendidikan UNJ 5 tahun terakhir khususnya konsentrasi pembelajaran, kami mengklasifikasikan skripsi berdasarkan pada jenis penelitiannya. Kami jabarkan dalam bentuk tabel dan grafik sebagai berikut.

Grafik 1

Metode Penelitian Yang Digunakan Dalam Penelitian Mahasiswa S1 Tp Konsentrasi Pembelajaran

Metode Jumlah
Deskriptif 7
Tindakan kelas 2
Kuasi eksperimen 1

Dari 10 skripsi yang kami tinjau, hampir semua skripsi menggunakan metode deskriptif. Diantaranya 7 penelitian menggunakan metode deskriptif, 2 tindakan kelas, dan 1 kuasi eksperimen.

Grafik 2

Paradigma Penelitian Yang Digunakan Dalam Penelitian Mahasiswa S1 TP Konsentrasi Pembelajaran

Data Jumlah
Kuantitatif 7
Kualitatif 3

Dari 10 skripsi yang kami tinjau, hampir semua skripsi menggunakan pendekatan atau paradigma kuantitatif. Diantaranya 7 penelitian menggunakan pendekatan kuantitarif dan 3 kualitatif.

 

Grafik 3

Klasifikasi Tujuan Penelitian Mahasiswa S1 TP Konsentrasi Pembelajaran

Tujuan Jumlah
Terapan 5
Tindakan 5

Dari 10 skripsi yang kami tinjau, jumlah penelitian yang diklasifikasikan sama. Yaitu 5 penelitian memiliki tujuan terapan, dan 5 tujuan penelitian adalah tindakan.

Pembahasan

Penelitian dengan metode deskriptif lebih banyak dipilih oleh mahasiswa konsentrasi pembelajaran dalam melakukan penelitian karena mereka meneliti mengenai pengelolaan dan pemanfaatan pada sumber belajar dan metode pembelajaran di dalam kelas. Mungkin saat ini banyak sumber belajar yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran sehingga masalah ini di jadikan sebagai suatu penelitian untuk dijadikan skripsi. Selain itu juga berkembangnya berbagai metode pembelajaran sepertinya salah satu alasan banyak mahasiswa yang meneliti mengenai metode pembelajaran di dalam kelas.

Dilihat dari paradigma penelitian 7 dari 10 penelitian menggunakan paradigma kuantitatif. Paradigma ini digunakan karena peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen, observasi, wawancara, dll.

Di lihat dari tujuannya skripsi yang dibuat oleh mahasiswa Teknologi Pendidikan UNJ konsentrasi pembelajaran sama banyak antara terapan dengan tindakan. Terapan lebih ke arah pengelolaan dan pemanfaatan pada sumber belajar sedangkan tindakan mengarah pada metode dan strategi pembelajaran yang digunakan guru di dalam kelas.

Banyaknya sumber belajar saat ini yang digunakan dalam proses pembelajaran. Dalam pengelolaan setiap sumber belajar tidak sama dan sumber belajar juga tidak sama dalam pemanfaatannya. Sehingga ini menjadi salah satu masalah yang dapat diangkat menjadi sebuah skripsi. Selain banyaknya sumber belajar yang berkembang juga saat ini banyak metode pembelajaran yang mulai berkembang. Metode pembelajaran ini dapat mempengaruhi hasil belajar siswa yang beraneka ragam.

Kesimpulan

Dari penelitian pustaka yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan oleh konsentrasi program pembelajaran sebagian besar menggunakan metode deskriptif yang bertujuan dalam penerapan dan tindakan. Banyak masalah yang diambil oleh konsentrasi program pembelajaran adalah mengenai sumber belajar serta metode pembelajaran.

Saran

            Dalam penelitian mahasiswa Teknologi pendidikan sebaiknya memilih metode penelitian yang lebih beragam, tidak hanyadeskriptif, tapi bisa juga eksperimen atau yang lainnya. Keberagaman metode penelitian akan menjadikan hasil penelitian lebih beragam, dapat menjadi referensi penelitian selanjutnya, dan dapat menemukan fakta-fakta baru mengenai hal yang diteliti.

Eka Helena Gullo

Nurul Syamsiah

Tinggalkan komentar »

Computer Based Learning on Research

ImagePendahuluan

Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengakibatkan penggunaan komputer juga meningkat. Penggunaan komputer tidak hanya digunakan secara umum saja tetapi juga digunakan pada dunia pendidikan. Pada tahun 1980-an jumlah microkomputer di sekolah telah meningkat hampir 50 kali lipat. Akibatnya, banyak penelitian saat ini dalam bidang teknologi pendidikan berkonsentrasi pada komputer.

Banyak istilah-istilah yang digunakan dalam penggunaan komputer dalam pendidikan. Istilah-istilah tersebut adalah CAI (Computer Assisted Instruction), CBI (Computer Based Instruction), CBL (Computer Based Learning), CBE (Computer Based Education)  dan CAL (Computer Assisted Learning).

Istilah CAI dan CAL komputer digunakan sebagai alat bantu baik dalam pembelajaran maupun dalam belajar secara mandiri. Sedangkan, CBI dan CBL komputer digunakan sebagai  alat bantu/penunjang baik dalam pembelajaran maupun dalam belajar secara mandiri. Sedangkan CBE informasi yang didapat dari komputer dan tidak di desain untuk pembelajaran tetapi bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran.

Dari semua istilah tersebut istilah CBL adalah istilah yang paling dianggap sesuai karena komputer digunakan sebagai alat bantu bukan acuan utama dalam belajar. Selain itu kata belajar juga kata yang paling umum digunakan daripada pembelajaran. Kata belajar itu mencakup semua.

Studi pada penelitian awal hanya berfokus pada “komputer” sebagai variabel bebas dan diasumsikan bahwa komputer itu sendiri mempengaruhi proses belajar. Selain itu, variabel terikat untuk banyak studi tidak memadai. Selain masalah dengan variabel bebas dan terikat, banyak pekerjaan penelitian dibidang CBL, seperti pekerjaan penelitian dengan media lain, telah dikritik karena masalah desain.

Pembahasan

            Dalam setiap penelitian terapat tahap-tahap yang harus dilalui termasuk juga pada penelitian CBL, ttahap-tahap tersebut adalah:

  1. Problems with the research
  2. Categories for cbl
  3. Major reviews
  4. Studies in specific areas
  5. Descriptive studies
  6. Design issues
  7. Cost effectiveness research

Para peneliti yang melakukan penelitian adalah:

  1. Kulik dan rekan-rekannya

Ada tiga garis besar dalam meta-analisis studi dalam penyelesaian kulik, satu studi meneliti efek belajar berbasis komputer pada siswa SD, kemudian diperiksa bagaimana efeknya pada siswa sekolah tersebut, dan dalam penelitian tersebut meneliti efek pada mahasiswa.

Hasil dari penelitian Kulik dan rekan-rekannya adalah bahwa pendekatan komputer merupakan sesuatu yang paling efektif untuk siswa SD dan paling efektif pula untuk mahasiswa didalam suatu pembelajaran.

  1. Robyler (1988)

Robyler melakukan suatu peninjauan bahwa suatu studi yang dilakukan pada tahun 1980 memberikan informasi yang berguna tentang kedua prosedur penelitian dan hasilnya.

Robyler menemukan bahwa terdapat suatu efek dari penggunaan komputer yang tertinggi di tingkat perguruan tinggi dan pada tingkat sekunder terendah. Robyler menemukan suatu kecenderungan, yang dilaporkan sebelumnya, bahwa untuk penggunaan komputer agar lebih efektif bila digunakan dengan siswa berprestasi rendah.

  1. Lehrer & Randle (1987)

Dalam pembelajaran intra-menengah, terdapat empat puluh lima anak kelas tiga ditugaskan secara acak untuk memilih salah satu dari dua Logo berbasis kondisi instruksional atau ke tiga pemecahan masalah yang sesuai dengan kondisi kontrol perangkat lunak (Lehrer & Randle, 1987).

Hasil penelitian Lehrer mengusulkan perlunya penelitian yang mungkin lebih lanjut dalam meneliti pemecahan masalah dan hasil metakognitif dari suatu kerja komputer dengan bahasa pemrograman atau masalah lain yang dapat dipecahkan dalam suatu permasalahan lingkungan. Temuannya di bidang perencanaan dan belajar geometri tersebut menyarankan suatu jalan yang bermanfaat untuk suatu pekerjaan yang lebih lanjut.

  1. Johnson, Johnson & Stanne (1985)

Dalam satu studi tersebut dibandingkan efek dari struktur tujuan kooperatif, kompetitif dan individualistis pada produk siswa menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan bantuan komputer dalam suatu instruksi koperasi yang dipromosikan secara kuantitas maka akan menghasilkan sesuatu yang lebih besar dan kualitas prestasi sehari-hari dan memecahkan masalah yang lebih dalam hal tersebut menjadi sukses daripada pembelajaran komputer yang dibantu secara kompetitif atau individual. Salah satu hasil yang sangat dramatis adalah bahwa sikap perempuan terhadap belajar yang lebih terpengaruh dalam kondisi kompetitif.

  1. Chen, 1986; Collis, 1985; Miura & Hess, 1983

Chen (1986) melaporkan bahwa anak laki-laki lebih dari perempuan yang terdaftar dalam kelas pemrograman tingkat sekolah tinggi dan bahwa perbedaan ini sebagai sesuatu yang mempercepat kursus kesulitan menjadi meningkat. Dia juga melaporkan bahwa anak laki-laki lebih dari perempuan dalam menggunakan komputer dirumah.

Hess dan Miura (1985) menemukan bahwa anak laki-laki kalah dari jumlah perempuan dengan rasio 3 banding 1 di tingkat sekolah dasar dan sekitar 4 sampai 1 pada tingkat sekunder.

Chen (1986) menemukan bahwa lebih banyak orang tua membeli komputer yang sesuai dengan suatu hal yang ada dalam pikiran anak laki-laki daripada anak perempuan.

  1. Office of Technology Assessment (OTA)

OTA menemukan bahwa, meskipun teknologi interaktif baru tidak bisa sendiri mengatasi masalah pendidikan Amerika, mereka telah memberikan kontribusi terhadap perbaikan penting dalam pembelajaran.

Alat ini dapat memainkan peran lebih besar dalam memajukan substansi dan proses pendidikan, baik dengan membantu anak-anak memperoleh keterampilan dasar dan memberikan mereka dengan keterampilan yang lebih canggih sehingga mereka dapat memperoleh dan menerapkan pengetahuan selama masa hidup mereka.

Saran

Beberapa penelitian yang dapat dilakukan untuk masa depan:

    • Penelitian tentang efek pengalaman pemrograman dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah pada siswa.
    • Penggunaan komputer dalam pengajaran menulis.
    • Penggunaan simulasi dan microworlds untuk mengajarkan masalah urutan yang lebih tinggi kemampuan memecahkan.
    • Penggunaan alat-alat untuk meningkatkan tugas-tugas belajar.
    • Pengembangan kurikulum baru yang berfokus pada how to learn.

Robyler menyarankan bahwa penelitian masa depan dalam pembelajaran berbasis komputer harus berkonsentrasi pada:

  • Aplikasi dalam berbagai keterampilan dan area konten.
  • Komputer aplikasi dalam bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua (ESL).
  • Dalam pengelolahannya menggunakan Word.
  • Kreativitas dan pemecahan masalah dengan Logo dan CAI.
  • Efek dari penggunaan komputer pada sikap dan tingkat drop-out.
  • Diferensial efek dari penggunaan komputer pada pria dan wanita.

Menurut saya saran yang diberikan oleh peneliti sebelumnya masih relevan dengan saat ini. Mungkin yang untuk variabel terikatnya yang digunakan tidak hanya dari hasil belajarnya saja tetapi juga dilihat dari aspek yang lainnya. Aspek tersebut yang mendukung dalam pembelajaran bagi siswa.

Nurul Syamsiah

1215091709

Tinggalkan komentar »

Nasi Goreng Oncom

Bahan:

–          Oncom halus yang sudah di gongseng

–          Nasi

–          Cabai

–          Bawang Merah

–          Bawang Putih

–          Daun Bawang dipotong kecil

–          Garam

–          Margarin

Semua bahan diatas sesuai dengan selera karena selera setiap orang berbeda-beda

Cara membuat:

1.      Haluskan cabai, bawang merah dan bawang putih tambahkan garam

2.      Panaskan margarin kemudaian masukkan bumbu yang telah dihaluskan, tunggu hingga bumbu matang.

3.      Masukkan oncong yang telah di gongseng aduk hingga merata.

4.      Masukkan nasi, kemudian aduk hingga bumbu meresap.

5.      Masukkan daun bawang tidak lama sebelum nasi di angakat.

6.      Angkat dan sajikan.

Selamat mencoba..

Tinggalkan komentar »

Facebook bisa jadi media pembelajaran? Bisa dong !!!

Pendahuluan

Di jaman ini jejaring sosial sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat Indonesia. Banyak jejaring sosial yang digunakan oleh masyarakat Indonesia tidak hanya orang dewasa yang menggunakan jejaring sosial tetapi banyak pula anak-anak yang menggunakan jejaring sosial.

Salah satu jejaring sosial populer dikalangan masyarakat Indonesia saat ini adalah facebook. Facebook saat ini banyak di gunakan tidak hanya oleh orang dewasa tetapi juga digunakan oleh anak-anak. Pemanfaatan facebook bermacam-macam bagi setiap orang ada yang digunakan sebagai ajang pertemanan, bisnis bahkan kejahatan. Ternyata selain itu facebook juga bisa dimanfaatkan sebagai salah satu media diskusi bagi  mahasiswa dalam mata kuliah tertentu. Seperti yang dilakukan oleh seorang dosen Teknologi Pendidikan UNJ pada mata kuliah Kapita Selekta Hasil Penelitian (KSHP) memanfaatkan group dalam facebook sebagai media diskusi.

Dalam penerapan pemanfaatan facebook pada mata kuliah KSHP masih banyak mahasiswa yang kurang aktif dalam diskusi. Masih banyak mahasiswa yang cuek dengan pertanyaan yang diberikan oleh dosen. Mungkin karena mahasiswa merasa group KSHP  hanya membuang-buang waktu saja, merepotkan, menjawab pertanyaan dosen seperti tidak ada  kerjaan lain saja. Ini hanya baru sebuah opini loh.

Sehingga dilakukanlah survey terhadap gejala tersebut dengan respondennya adalah mahasiswa KSHP regular Teknologi Pendidikan UNJ. Dengan instrumen sederhana berupa pertanyaan yang diberikan pada group tersebut mengenai pemanfaatan facebook pada mata kuliah KSHP.

Hasil

Dari hasil penelitian survey tersebut diperoleh data sebagai berikut:

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa respon mahasiswa dengan pemanfaatan facebook pada mata kuliah KSHP ada 30 mahasiswa dari 34 mahasiswa. Sehingga terdapat 4 mahasiswa yang tidak merespon.

Se

Dari data tersebut di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar mahasiswa merasa pemanfaatan facebook sebagai media diskusi memiliki nilai tambah bagi pengguna facebook, selain itu juga dengan adanya diskusi di facebook ini dapat sebagai tem,pat untuk bertukar informasi dan dapat menambah ilmu bagi pengguna.

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa lebih dari 80% mahasiswa memberikan saran untuk mengatur jadwal dalam diskusi di facebook. Ada sebagian yang mengatakan harus adanya analisis kebutuhan dan pemberhentaian pemanfaatan facebook pada mata kuliah KSHP.

Pembahasan

Dari data yang ditampilkan terlihat bahwa 79 % mahasiswa merespon pertanyaan yang diberikan oleh dosen pada group KSHP reguler. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa mahasiswa antusias dalam mengikuti diskusi pada dengan menggunakan group di facebook. Bisa saja dikarenakan sebagian mahasiswa dapat mengakses internet dengan mudah, dan sebagian besar mahasiswa sering sekali online di facebook.

Sebagian besar mahasiswa merasa dengan pemanfaatan facebook pada mata kuliah KSHP ini memiliki nilai tambah pada facebook itu sendiri. Hal ini dikarenakan biasanya mahasiswa online hanya melihat status teman-teman terutama yang sering galau, bermain game online di facebook, hanya melihat-lihat profil orang lain dan lain-lain. Dengan adanya group KSHP ini mahasiswa membuka facebook sehingga mendapatkan ilmu yang lebih. karena dengan facebook ini banyak mahasiswa yang dapat berbagi ilmu dengan teman lainnya.

Hanya saja pemanfaatan group facebook ini kurang kondusif dikarenakan tidak adanya penjadwalan yang menetap, sehingga banyak maahasiswa yang sering tertinggal, karena tidak semua mahasiswa dapat mengakses internet dengan mudah. Banyak saran yang diberikan oleh mahasiswa agar pemanfaatan facebook pada mata kuliah KSHP dapat berjalan dengan lancar.

Banyak mahasiswa yang menyarankan untuk menjadwalkan diskusi di facebook agar mahasiswa dapat lebih siap apalagi bapak dosen yang sering memberikan feedback langsung sehingga semua mahasiswa dapat mendapat feedback langsung dari dosen.Tapi tidak semua mahasiswa yang setuju dengan kelanjutan dari pemanfaatan facebook ada beberapa mahasiswa yang merasa pemanfaatan facebook ini di stop dikarenakan banyak mahasiswa yang sering menjawab pertanyaan dari dosen sama.

Kesimpulan

            Dari data-data yang di dapat dapat disimpulkan bahwa dalam pemanfaatan facebook sebagai media diskusi pada mata kuliah KSHP reguler terdapat respon yang baik. Dengan pemanfaatan facebook ini hanya 4 mahasiswa yang tidak merespon dari 34 mahasiswa yang ada. Mahasiswa yang merespon lebih dari 70 % jumlah keseluruhan mahasiswa.

Dengan pemanfaatan facebook ini memberikan respon yang positif. Banyak siswa yang berpendapat bahwa dengan media facebook ini menjadi nilai tambah bagi facebook yang selama ini hanya digunakan sebagai jejaring sosial yang penggunaannya jarang sekali dalam menambah pengetahuan. Hanya saja dalam pemanfaatan facebook sebagai media diskusi pada mata kuliah KSHP sebaiknya mengatur jadwal agar mahasiswa dapat lebih siap dalam menjawab setiap pertanyaan dari dosen.

*Data ini di dapat dari group KSHP Reguler TP UNJ

Tinggalkan komentar »

Diproteksi: Antara Awan dan Matahari

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

Diproteksi: Kegalauan Sebelas Hari

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

Kiriman dari seseorang 2

Ku mohon dengarkanlah suara hatiku ini..
Jika aku mati hari ini atau hidup seribu tahun lagi,,
kau akan tetap menjadi cinta sejati ku..
Ku mohon maafkan semua kesalahanku,,
dan tetaplah mencintai aku..

4 Komentar »

Cinta Fisik Cintanya Anak SD

Beberapa minggu yang lalu saya sedang duduk di ruang tamu ada kertas yang abis dicoret-coret oleh sepupu saya ternyata ada tulisan namanya love nama wanita yang dia suka. Langsung saja saya ledek dan saya tanya-tanya mengenai wanita itu saya kira dia akan malu tapi ternyata dia jawab dengan kepolosannnya.

“De tiara tau kalo kamu suka dia?”

“tau mba”

“kamu pernah bilang suka sama dia? Bilangnya gimana?”

“ga bilang kok”

“trus kok dia tau”

“hehehe ada deh mba”

“pake surat ya.?”

“hehehehe”

“isinya apa de?”

“isinya tiara gue suka sama lu”

Wow ternyata anak SD yang masih bias digendong ini udah ngerti begituan. Tanpa pikirr panajang saya tanay lagi.

“trus kamu diterima ma tiara ga de?”

“engga mba tiara sukanya sama temen aku”

“mang temen kamu ganteng ya?”

“ga mba jelek”

“gantengan mana kamu sama dia?”

“gantengan dia dikit”

“hahaha berarti kamu jelek dong”

Ternyata seorang anak SD sekarang itu udah ngerti ama yang namanya cinta dan ternyata anak SD itu masih menilai cinta dengan fisik. Apabila ada orang dewasa yang sudah mengerti cinta kadang-kadang masih memandang cinta itu dari fisik semata berarti dia bias dibilang masih anak SD.

Tinggalkan komentar »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 188 pengikut lainnya